Minggu, 20 Mei 2012

Persiapan media dan larutan pengenceran mPN coli form

PERSIAPAN MEDIA
DAN
LARUTAN PENGENCER
No                   : 01

Hari ,tanggal   : selasa, 15 mei 2012

Materi              : larutan pengencer

Tujuan umum :

1.      Mengetahui media kultur dan larutan pengencer yang digunakan dalam pekerjaan-pekerjaan mikrobiologi serta dapat membuatnya secara aseptik.
2.      Untuk mensucihamakan dan membasmi mikroba-mikroba yang terdapat di  media umum.

Prinsip/Teori Singkat :

v  Media adalah suatu substrat dimana mikroorganisme dapat tumbuh yang disesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Media kultur berdasarkan konsistensinya dibedakan atas tiga macam, yaitu:
v  Media cair (liquid medium) adalah medium berbentuk cair yang dapat digunakan untuk tujuan menumbuhkan atau membiakan mikroba, penelaah fermentasi, uji-uji lain
v  Contohnya : Nutrient Broth (NB), Lactose Broth (LB) dan kaldu sapi.
v  Media semi padat (semi solid medium), biasanya digunakan untuk uji mortalitas (pergerakan) mikroorganisme dan kemampuan fermentasi,
v  Contohnya : Agar dengan konsentrasi rendah 0,5%.
v  Media padat (solid medium) adalah medium yang berbentuk padat yang dapat digunakan untuk menumbuhkan mikroba dipermukaan sehingga membentuk koloni yang dapat dilihat, dihitung dan diisolasi.
v  Contohnya:  Nutrient Agar (NA), Plate Count Agar (PCA), Potato Dextrose Agar (PDA), gelatin, silika gel dan beberapa limbah pertanian berbentuk padat.
v  Media berdasarkan fungsinya, yaitu:
v  Media diperkaya (enriched medium) adalah medium yang ditambah zat-zat tertentu (serum, darah, ekstrak tumbuhan dan lain-lain), digunakan untuk menumbuhkan mikroba heterotrof.
v  Media selektif (selective medium) adalah media yang ditambah zat kimia tertentu yang bersifat selektif untuk mencegah pertumbuhan mikroba lain sehingga dapat mengisolasi mikroba tertentu, misalnya media yang mengandung kristal violet pada kadar tertentu, dapat mencegah pertumbuhan bakteri gram positif tanpa mempengaruhi bakteri gram negatif.
v  Contohnya :    Endo Agar, EMB(Eosin Metilena Biru) Agar
§  SSA (Salmonella Shygella Agar)
§  VRB (Violet Red Bile Agar)
v  Media diferensial (deferential medium) adalah media yang ditambahkan zat kimia tertentu yang menyebabkan mikroba membentuk pertumbuham atau mengadakan perubahan tertentu hingga dapat membedakan tipenya.
v  Contohnya :    TSIA (Triple Sugar Iron Agar)
v  Media penguji (assay medium) adalah media dengan susunan tertentu digunakan untuk pengujian-pengujian vitamin, asam amino, antibiotik dan lain-lain.
v  Media untuk perhitungan jumlah adalah media spesifik yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba
v  Contohnya : Plate Count agar (PCA).
v  Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam pembuatan

v  Larutan pengencer/ larutan fisiologis adalah larutan yang digunakan untuk mengencerkan contoh pada analisis mikrobiologi. Pengenceran dilakukan untuk memperoleh contoh dengan jumlah mikroba terbaik untuk dapat dihitung yaitu antara 30 sampai 300 sel mikroba per ml. Pengenceran biasanya dilakukan 1:10, 1:100, 1:1000, dan seterusnya.

Alat dan Bahan:

Alat-alat:
v  Tabung reaksi bertutup dan tanpa tutup
v  Sumbat tabung (kapas)
v  Rak tabung
v  Cawan petri
v  Pembakar Spirtus
v  Erlenmeyer 100ml
v  Hot Plate
v  Spatula
v  Inkubator
v  Autoklaf
v  Tabung Durham

Bahan-bahan :
v  Media Nutrient Agar (NA)
v  Plate Count Agar (PCA)
v  Potato Dextrose Agar (PDA)
v  Nutrient Broth (NB)
v  NaCl

Prosedur :

Pembuatan Media PDA
a)      Ditimbang 4.9 gram PDA dan dimasukan ke dalam Erlenmeyer 100ml.
b)      Dilarutkan dengan 100ml air, lalu dihomogenkan.
c)      Dipanaskan di hot plate sambil diaduk hingga larutan mendidih.
d)     Ditutup dengan alumunium foil.
e)      Disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 800oC selama 20 menit.
f)       Pembuatan Media PCA
i.        Ditimbang 2.35 gram PCA dan dimasukan ke dalam Erlenmeyer 100ml.
ii.      Dilarutkan dengan 100ml air, lalu dihomogenkan.
iii.    Dipanaskan di hot plate sambil diaduk hingga larutan mendidih.
iv.    Ditutup dengan alumunium foil.

v.      Disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 800oC selama 20 menit.


Pembuatan Media NA
v  Ditimbang 2.3 gram NA dan dimasukan ke dalam  Erlenmeyer 100ml.
v  Dilarutkan dengan 100ml air, lalu dihomogenkan.
v  Dipanaskan di hot plate sambil diaduk hingga larutan mendidih.
v  Ditutup dengan alumunium foil.
v  Disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 800oC selama 20 menit.
Pembuatan Media NB
v  Ditimbang 0.8 gram PDA dan dimasukan ke dalam Erlenmeyer 100ml.
v  Dilarutkan dengan 100ml air, lalu dihomogenkan
v  Dipanaskan di hot plate sambil diaduk hingga larutan mendidih.
v  Ditutup dengan alumunium foil.
v  Disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 800oC selama 20 menit.
v  Pembuatan Larutan Fisiologis
v  Ditimbang 0.8 gram NaCl dan dimasukan ke dalam Erlenmeyer 100ml.
v  Dilarutkan dengan 100ml air, lalu dihomogenkan
v  Dipanaskan di hot plate sambil diaduk hingga larutan mendidih.
v  Ditutup dengan alumunium foil.
v  Disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 800oC selama 20 menit.
Penuangan Media
v  Setelah media disterilisasi, media dituangkan sesuai prosedur berikut :
v  Agar cawan
v  Disiapkan media PCA
v  Pembakar spirtus
v  Didekatkan api media PCA/ PDA dituangkan kedalam cawan petri sampai merata.
v  Cawan petri diputar membentuk angka 8, didiamkan sampai padat.
v  Untuk media PCA prosedur sama dengan prosedur di atas.
v  Agar tegak
v  Disiapkan media NA
v  Pembakar spirtus
v  Didekatkan api media NA dituangkan kedalam tabung reaksi se sampai merata.
v  Didiamkan sampai padat.
v  Untuk media PDA prosedur sama dengan prosedur di atas.

Agar miring
v  Disiapkan media NA
v  Pembakar spirtus
v  Didekatkan api media NA dituangkan kedalam tabung reaksi se sampai merata.
v  Dimiringkan, didiamkan sampai padat.
v  Untuk media PDA prosedur sama dengan prosedur di atas.
v  Medium cair berisi tabung durham
Disiapkan media NB
v  Pembakar spirtus
v  Didekatkan api media NB dituangkan kedalam tabung reaksi sampai merata.
v  Dimasukan tabung Durham yang sudah disterilkan dengan bantuan pinset.
v  Kemudian media diinkubasi selama 24 jam dalam incubator.
v   

D.      Data Pengamatan/ Gambar

PDA
Foto000                     Pda

Pda bgs

PCA
Pca
NA
NB
NbNa





           

Pembahasan

.           Media adalah suatu substrat dimana mikroorganisme dapat tumbuh dan sesuai dengan lingkungan hidupnya. Berdasarkan hasil yang dilakukan diperoleh hasil bahwa sebagian besar media telah terkontaminasi oleh mikroorganisme. Padahal semua media belum dibiakan mikroorganisme dan semua alat serta bahan (media) sudah disterilkan.
Berdasarkan pengamatan diperoleh hasil sebagai berikut:

PDA
v  Agar tegak
v  Media berubah warna menjadi lebih keruh, dan pada bagian atasnya terdapat mikroorganisme yang berwarna putih.

Agar cawan
v  Pada cawan pertama, terdapat mikroorganisme yang terletak pada bagian pinggir dan tengah media yang berbentuk bulat kecil-kecil yang membentuk koloni tertentu yang ukurannya hampir sama satu dengan yang lainnya.
v  Pada cawan kedua, sebanyak ±80% media terkontaminasi mikroorganisme yang saling menyatu.
v  Pada cawan ketiga, sebanyak ±90% media terkontaminasi mikroorganisme yang saling menyatu.
Agar miring
v  Media tidak terkontaminasi mikroorganisme.
PCA
v  Pada semua cawan terkontaminasi oleh mikroorganisme yang berwarna putih, berbentuk bulat,serabut dan berkoloni.
NA
v  Semua media berubah warna menjadi lebih keruh dan terkontamisasi oleh mikroorganisme yang berbentuk bulat.
NB
v  Semua media yang dimasukan kedalam tabung reaksi terkontaminasi oleh mikroorganisme, karena terdapat gelembung udara pada setiap tabung durham.

Ø  Faktor yang dapat menyebabkan terdapatnya mikroorganisme pada media adalah udara, temperatur dan kelembaban yang ada di lingkungan sekitar praktikum.
Ø  Untuk mencegah terkontaminasinya media oleh mikroorganisme, maka sebaiknya hal-hal yang perlu diperhatikan:
Ø  Mencuci tangan dan  rambut sebelum praktikum.
Ø  Menggunakan jas lab dan sarung tangan yang steril.
Ø  Sebelum dan sesudah praktikum meja kerja dan tangan disemprotkan alkohol 70%.
Ø  Menggunakan alat dan bahan yang sudah disterilkan.
Ø  Tidak banyak bercanda dan ngobrol saat praktikum berlangsung.
Ø  Menggunakan masker.
Ø  Bekerja didekat zona steril (pembakar spirtus). 
Ø  Pada percobaan agar miring mikroba terlihat lebih jelas dibandingkan dengan percobaan agar tegak, hal ini disebabkan karena fungsi agar miring adalah untuk mengamati jumlah mikroba, dalam jumlah yang banyak dan jelas. Sedangkan fungsi agar tegak adalah  untuk mengamati jumlah mikroba, dalam jumlah yang sedikit dan hanya terlihat penampang atas atau luarnya saja.


KESIMPULAN
                       
v  .Media adalah suatu substrat dimana mikroorganisme dapat tumbuh dan sesuai dengan lingkungan hidupnya.
v  Berdasarkan hasil praktikum diperoleh hasil bahwa dari 15 pengamatan (cawan dan tabung yang berisi media yang sudah disterilkan)  yang terkontaminasi oleh mikroorganisme sebanyak 93.33%, sedangkan yang tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme sebanyak 6.67% (hanya 1 buah agar miring dengan  PDA didalamnya).
v  Untuk mencegah terkontaminasinya media oleh mikroorganisme, maka sebaiknya hal-hal yang perlu diperhatikan:
v  Mencuci tangan dan  rambut sebelum praktikum.
v  Menggunakan jas lab dan sarung tangan yang steril.
v  Sebelum dan sesudah praktikum meja kerja dan tangan disemprotkan alkohol 70%.
v  Menggunakan alat dan bahan yang sudah disterilkan.
v  Tidak banyak bercanda dan ngobrol saat praktikum berlangsung.
v  Menggunakan masker.
v  Bekerja didekat zona steril (pembakar spirtus).


































Jambi,
                                                                                     Praktikan
                                               


                                                                         POPPY LOUREN EVANI
                                                                                    NIM : 10056


PEMBIMBING PRAKTIKUM
                                      I                                                                                 II


            ( DJ. Simanungkalit, SP )                                                        ( Suyoso, AMAK )
                                  III                                                                                        IV


            ( A. Syarthibi, SKM )                                              ( Safruddin Lubis, AMAK )



































BAKTERIOLOGI  MAKANAN


No                               :      08
Hari / Tanggal             :     selasa, 15 mei 2012
Materi                          :
v  Isolasi dan  Identifikasi  Bakteri makanan
Tujuan             :
v  untuk mengetahui kehigienisan  makanan dan untuk mengetahui angka MPN Coliform dan MPN Coli.
v  Dasar Teori            :
v  Escherechia coli  sering dijadikan indikator  pencemaran air karena merupakan flora normal dalam usus dan dikeluarkan bersama tinja dan dikhawatirkan  tinja  tersebut mengandung bakteri patogen seperti : Salmonella typhi, Salmonella paratypi, Shigella sp, Vibrio colera .
Hari  I
Materi :
1.      Pengambilan sampel
2.      Pengolahan sampel
3.      Penanaman Sampel ( tes perkiraan )

Tujuan             :
1.      Untuk mengetahui cara pengambilan sampel
2.      Untuk mengetahui cara Pengolahan Sampel
3.      Untuk mengetahui kuman-kuman peragi laktosa

Peralatan         :

v  Lampu spirtus
v  Incubator
v  Spirtus
v  Mikroskop
v  Spidol
v  Pipet tetes
v  kapas
v  Thermometer
v  Pipet ukur 1 ml dan 10 ml
v  Glass ukur 100 ml steril
v  Erlemeyer steril
v  Becker glass
v  Timbangan
v  Kertas aluminiumvoil
v  Gunting
v  Tabung sekrup
v  Rak tabung
v  Korek api
v  Lumpang dan mortil


Reagensia        :
v  Alkohol 70 %

Media
v  Laktosa Brouth Single Streng  ( LB  I )
v  Laktosa Brouth dauble  Streng  ( LB  II )

Sampel            :
v  sozzis  ( sozzis  ayam goreng ) 

Prosedur          :
v  Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pengambilan sampel
v  Mulut kemasan saoz yang akan dgunting  disinfektan dengan larutan alkohol 70 %
v  Setarakan timbangan yang akan digunakan
v  Timbang sozzis10 gram  dan masukkan kedalam lumpang serta digerus hingga halus
v  Sozzis yang telah  halus dimasukkkan kedalam erlemeyer yang berisi larutan pengencer 
v  Aduk hingga merata  sampai semua larutan menjadi homogen
v  Pipet serta tuang kedalam gelas ukur sesuai dengan  ketentuan sampel yang akan digunakan, tanam sampel sozzis  kedalam media LB
v  Inkubasi selama 1x 24 jam

Keterangan      :
v  Nama Sampel                    =   sozzis ( sosis ayam goreng )
v  Segel                                 =  masih tertutup
v  Tanggal pengambilan         = 14 mei 2012
v  Tanggal kadaluarsa           :=  januari 2013
v  Tempat pengambilan           = mts aliyah , simpang pulai
v  Waktu pengambilan            =  pukul 10.15 wib

















TEST PERKIRAAN
v  Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan
v  Siapkan  tabung yang telah ada durhamnya dengan komposisi larutan yaitu :

5 x 10 ml                                             1 x 1 ml                                   1 x 0,1 ml






LB II                                       LB I                                           LB I


v  Masukkan sampel sesuai dengan tabung (5 x 10) berarti masing-masing  tabung laktosa brouth diisi dengan 10 ml sampel, (1 x 1) berarti tabung laktosa brouth diisi dengan 1 ml sampel,  (1 x 0,1) berarti tabung laktosa brouth diisi dengan 0,1 ml sampel. 
v  Media LB  di inkubasi dengan suhu 370 C selama  1 x 24 jam









HARI  II

Materi              :
1.       Pembacaan hasil pada media  LB (tes perkiraan)
2.      Penanaman pada media BGLB

Tujuan             :
1.      Untuk mencari kuman peragi laktosa
2.      untuk membedakan baketri Coliform dan Escherechia Coli

HASIL  TES PERKIRAAN
            5 x 10 ml                                             1 x 1 ml                                   1 x 0,1 ml




        -      -      -      -     -                                      -                                                   -

Interpretasi hasil :       
Tidak tumbuh              = medianya jernih
Tumbuh  (- gas)           = keruh
Tumbuh  ( + gas )        = keruh dan tidak ada gas pada tabung durham 
Setelah dilakukan inkubasi selama 1 x 24 jam hasilnya  semua media LB  ( - ) negatif, maka inkubasi tidak dilanjutkan 















DIAGNOSA
v  Pada penanaman media LB  didapatkan  hasil  negatif,
v  karena negatif maka tidak dilanjutkan penanaman  pada media BGLB
KESIMPULAN
            Sampel Sozzis  memenuhi syarat-syarat BPOM  RI secara mikrobiologi, Sosis Ayam : BPOM RI MD 215928001197,dengan angka APM  coliform  =  <  3 / gr. 

                                                                       
                                                                       
                                                                                                Jambi,18 mei 2012
                                                                                                         Praktikan
                                               



                                                                                                POPPY LOUREN EVANI
                                                                                                NIM : 10056


PEMBIMBING PRAKTIKUM

                                      I                                                                                 II





            ( DJ. Simanungkalit, SP )                                                      ( Suyoso, AMAK )

                                  III                                                                                        IV





            ( A. Syarthibi, SKM )                                              ( Safruddin Lubis, AMAK )




Tidak ada komentar:

Posting Komentar